Selasa, 08 Oktober 2013

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


NAMA : SITI SRI KHALIFADUNYATI
NPM     : 18510927
KELAS : 4PA03

 
A.    PENGERTIAN INFORMASI DAN PSIKOLOGI
Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu
Kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau di interpretasi untuk digunakan dalam proses pengabilan keputusan. 

B.     KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya. Psikologi berasal dari kata dalam bahasa yunani psychology yang merupakan gabungan dari kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harfiah psikologi di artikan sebagai ilmu jiwa. Pengertian psikologi sendiri menurut Dakir (1993) adalah psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya. Sedangkan menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya. Dari beberapa definisi tersebut dapat di simpulkan bahwa Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Sistem informasi dan psikologi saling berkaitan satu sama lain. Dewasa ini system informasi dapat mempermudah interaksi manusia dengan lingkungannya. Manusia secara psikomotor mampu untur berjalan, duduk, berbicara dan sebagainya, manusia juga mampu untuk berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan sebagainya. Kemudian sistem informasi dapat menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya. Oleh karena itu system informasi psikologi dapat mempermudah manusia dalam mengolah informasi dan menjalankan aktivitas dengan lebih mudah.

C.     KOMPONEN SISTEM INFORMASI
Sistem informasi terdiri dari komponenkomponen yang disebut blok bangunan (building
blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.
1.         Komponen input
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
2.      Komponen model
Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.


3.      Komponen output
Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.
4.      Komponen teknologi
Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5.      Komponen hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.
6.      Komponen software
Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data
yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.
7.      Komponen basis data
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).
8.      Komponen control
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangankecurangan, kegagalankegagalan sistem itu sendiri, ketidakefisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

D.     ELEMEN SISTEM INFORMASI
Sistem informasi terdiri dari elemenelemen yang terdiri dari orang, prosedur, perangkat
keras, perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan komunikasi data. Semua elemen ini
merupakan komponen fisik.
1.      Orang
Orang atau personil yang di maksudkan yaitu operator komputer, analis sistem, programmer, personil data entry, dan manajer sistem informasi/EDP
2.      Prosedur
Prosedur merupakan elemen fisik. Hal ini di sebabkan karena prosedur disediakan dalam bentuk fisik seperti buku panduan dan instruksi. Ada 3 jenis prosedur yang dibutuhkan, yaitu instruksi untuk pemakai, instruksi untuk penyiapan masukan, instruksi pengoperasian untuk karyawan pusat komputer.
3.      Perangkat keras
Perangkat keras bagi suatu sistem informasi terdiri atas komputer (pusat pengolah, unit masukan/keluaran), peralatan penyiapan data, dan terminal masukan/keluaran.
4.      Perangkat lunak
Perangkat lunak dapat dibagi dalam 3 jenis utama :
a.       Sistem perangkat lunak umum, seperti sistem pengoperasian dan sistem manajemen data yang memungkinkan pengoperasian sistem komputer.
b.      Aplikasi perangkat lunak umum, seperti model analisis dan keputusan.
c.       Aplikasi pernagkat lunak yang terdiri atas program yang secara spesifik dibuat untuk setiap aplikasi.

5.      Basis data
File yang berisi program dan data dibuktikan dengan adanya media penyimpanan secara fisik seperti diskette, hard disk, magnetic tape, dan sebagainya. File juga meliputi keluaran tercetak dan catatan lain diatas kertas, mikro film, an lain sebagainya.
6.      Jaringan computer
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabelkabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data.
7.      Komunikasi data
Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputer-komputer dan pirantipiranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital. Komunikasi data merupakan bagian vital dari suatu sistem informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain.

E.      ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI (KOMPUTER)
Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Sistem informasi atau computer dapat di bentuk sesuai kebutuhan organisasi masing-masing. Oleh karena itu, untuk dapat menerapkan sistem yang efektif dan efisien diperlukan perencanaan, pelaksanaan, pengaturan, dan evaluasi sesuai keinginan masing-masing organisasi. Guna dari sistem yang efektif dan efisien tidak lain untuk mendapatkan keunggulan dalam berkompetisi. Semua orang dapat menggunakan sistem informasi dalam organisasi, tetapi faktor efisiensi setiap sistem adalah berbeda. Perlu diketahui, perubahan sistem, baik besar maupun kecil, selalu akan melalui tingkatantingkatan sebagai berikut :
Tingkat I      : Ide, mengetahui perlu adanya perubahan.
Tingkat II     : Design, merancang cara pemecahannya.
Tingkat III   : Pelaksanaan, menerapkan design ke dalam sistem.
Tingkat IV   : Kontrol, memeriksa tingkat pelaksanaan dijalankan sesuai dengan design
Tingkat V     : Evaluasi, memeriksa apakah perubahan yang terjadi sesuai dengan tujuan
                        semula.
Tingkat VI   : Tindak lanjut, melaksanakn perubahan sesuai dengan hasil evaluasi yang ada.

Adapun tingkatan yang menjadi kunci yang digunakan untuk memecahkan bagian masalah
baik itu secara menyeluruh maupun per bagian, yaitu :


PENGERTIAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA
Struktur adalah bagaimana bagian-bagian dari sesuatu berhubungan satu dengan lain atau bagaimana sesuatu tersebut disatukan. Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Jadi dapat di simpulkan bahwa struktur kognisi manusia adalah bagian dari proses berfikir individu tentang satu informasi dengan informasi lainnya yang saling berhubungan. 

 ANALISIS SISTEM PENGGAJIAN PNS DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR
  
Departemen Pekerjaan Umum merupakan instansi pemerintah yang menangani pembangunan infrastruktur. Setiap unit kerja yang terlibat di dalamnya seperti Direktorat Jenderal Sumber Daya Air memiliki suatu bagian yang menangani mengenai Penggajian Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pengelolaan data penggajian merupakan tugas pokok dari Bagian Keuangan-Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
Petugas yang ditunjuk untuk melakukan pencairan dana penggajian adalah seseorang yang bertanggungjawab atas pengelolaan anggaran disebut sebagai Kuasa Pengguna Anggaran, sedangkan petugas yang bertugas membuat dan menatausahakan daftar gaji adalah Pembuat Daftar gaji. Pembuat Daftar Gaji Bagian Keuangan-Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menggunakan transaksi penggajian dalam bentuk rekapitulasi data pegawai yang akan menerima gaji, kemudian setelah mendapat persetujuan dari Kuasa Pengguna Anggaran akan diperiksa oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara-Direktorat Jenderal Perbendaharaan atas kepastian jumlah uang yang harus dikeluarkan pemerintah. Pembuat Daftar Gaji menyusun transaksi penggajian dalam bentuk rekapitulasi pegawai yang akan menerima gaji kemudian membuat Surat Permintaan Pembayaran (SPP) sesuai dengan sistem akuntansi keuangan yang dikeluarkan standarisasinya oleh Departemen Keuangan untuk dicairkan dan diperiksa pihak Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara (KPPN) .
Pembuat Daftar Gaji menggunakan clipper dalam melakukan transaksi penggajian, sedangkan dokumen sumber Surat Permintaan Pembayaran (SPP) untuk menghasilkan data akuntansi dilakukan secara manual dengan melihat rekapitulasi pegawai. Dengan adanya keterbatasan clipper diantaranya tidak memiliki relasi antar file/entity dan perekaman dokumen sumber masih dilakukan secara manual, maka Pembuat Daftar Gaji memerlukan sistem penggajian dengan perangkat lunak yang mendukung adanya relasi antar file/entity dengan perekaman dokumen sumber secara otomatis..

Kelebihan :
Menurut pendapat saya, sistem penggajian yang di lakukan oleh Sekretaris Direktorat Jendral Sumber Daya Air ini sudah cukup baik. Dengan adanya rekapitulasi data pegawai yang akan menerima gaji kemudian di periksa oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara-Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk kepastian jumlah uang yang akan di keluarkan oleh Pemerintah agar tidak terjadinya kesalahan atau tindak kecurangan pegawai.

Kelemahan :
Menurut pendapat saya, Kelemahan terdapat dalam membuat Daftar Gaji menggunakan clipper dalam melakukan transaksi penggajian, sedangkan dokumen sumber Surat Permintaan Pembayaran (SPP) untuk menghasilkan data akuntansi dilakukan secara manual dengan melihat rekapitulasi pegawai. Karena dalam hal ini, bisa terjadi suatu permasalahan oleh pengguna informasi baik dari pelaksana pengolah data penggajian maupun pihak lainnya. Kelemahan dalam clipper adalah bentuk tampilan clipper belum interaktif dan tidak berbentuk grafis, sedangkan user membutuhkan adanya interaksi antar muka yang ramah, aplikasi penggajian tidak dapat melakukan rekapitulasi data penggajian dalam waktu yang terbatas karena clipper tidak memiliki konsep basis data secara penuh (relasi antar file/tabel di buat dengan mengandalkan programmer), dan ketika adanya perubahan data-data mengenai jumlah gaji pokok tetapi relasi database di lakukan melalui suatu program tertulis (manual) maka hal ini akan menyebabkan adanya penundaan waktu dalam melakukan kegiatan penggajian oleh pelaksana penggajian PNS karena keterbatasan dari pengguna dalam menggunakan fasilitas database yang di dukung oleh managemen clipper (sulit dan memerlukan pengetahuan luas mengenai clipper).

Sumber :
Buku Sistem Informasi  :
Ferdinand Magaline dalam "Konsep Dasar"
Billy dan Mahamudu dalam "komponen dan elemen sistem informasi"
Edwin HO dalam "arsitektur dan klasifikasi sistem informasi"

Dakir. 1993. Dasar-Dasar Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Muhibbinsyah. 2001. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_komputer
 
http://id.wikipedia.org/wiki/Struktur

Selasa, 18 Juni 2013

BENTUK-BENTUK UTAMA DALAM PSIKOLOGI

Nama : Siti Sri Khalifadunyati
Kelas : 3PA03
NPM : 18510927
 
JENIS-JENIS PSIKOTERAPI
1.      Psikoterapi Suportif:
Terapi suportif atau pendukung adalah pengobatan yang diarahkan untuk menjaga integritas fisiologis atau fungsional pasien sampai pengobatan yang lebih definitif dapat dilaksanakan, atau sampai daya penyembuhan pasien berfungsi untuk meniadakan kebutuhan perawatan lebih lanjut.
·         Tujuan:
- Mendukung funksi-funksi ego, atau memperkuat mekanisme defensi yang ada
- Memperluas mekanisme pengendalian yang dimiliki dengan yang baru dan lebih baik.
- Perbaikan ke suatu keadaan keseimbangan yang lebih adaptif.
·         Macam-macam terapi supportive:
1.       Ventilasi
-          Suatu bentuk psikoterapi suportif yang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada pasien untuk mengemukakan isi hatinya dan sebagai hasilnya ia akan merasa lega serta keluhannya akan berkurang
-          Sikap terapis: menjadi pendengar yang baik dan penuh pengertian
2.       Persuasi

-          Suatu bentuk psikoterapi suportif yang dilakukan dengan menerangkan secara masuk akal tentang gejala-gejala penyakitnya yang timbul akibat cara berpikir, perasaan, dan sikapnya terhadap masalah yang dihadapinya.
-          Sikap terapis: terapis berusaha membangun, mengubah, dan menguatkan impuls tertentu serta membebaskannya dari impuls yang mengganggu secara masuk akal dan sesuai dengan hati nurani dan berusaha meyakinkan pasien dengan alasan yang masuk akal bahwa gejalanya akan hilang
3.       Reassurance

-          Suatu bentuk psikoterapi suportif yang berusaha meyakinkan kembali kemampuan pasien bahwa ia sanggup mengatasi masalah yang dihadapinya
-          Sikap terapis: meyakinkan secara tegas dengan menunjukkan hasil-hasil yang telah dicapai pasien
4.       Sugestif

-          Suatu bentuk psikoterapi suportif yang berusaha menanamkan kepercayaan pada pasien bahwa gejala-gejala gangguannya akan hilang
-          Sikap terapis: meyakinkan dengan tegas bahwa gejala pasien pasti hilang


5.       Bimbingan

-          Suatu bentuk psikoterapi suportif yang memberi nasihat dengan penuh wibawa dan pengertian
Sikap terapis : menyampaikan nasihat dengan penuh wibawa dan pengertian
6.       Penyuluhan

-          Penyuluhan atau konseling adalah psikoterapi suportif yang membantu pasien mengerti dirinya sendiri secara lebih baik agar ia dapat mengatasi permasalahannya dan dapat menyesuaikan diri
-          Sikap terapis : menyampaikan secara halus dan penuh kearifan.
2.      Psikoterapi Reedukatif:
Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya lebih banyak di alam sadar, dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri kembali, memodifikasi tujuan dan membangkitkan serta mempergunakan potensi kreatif yang ada.
·         Tujuan:
Mengubah pola perilaku dengan meniadakan kebiasaan (habits) tertentu dan membentuk kebiasaan yang lebih menguntungkan.
·         Cara-cara psikoterapi reedukatif antara lain:
-          Terapi hubungan antar-manusia (relationship-therapy)
-          Terapi sikap (attitude therapy)
-          Terapi wawancara (interview therapy)
-          Analisa dan sinthesa yang distributif (terapi psikobiologik Adolf meyer)
-          Konseling terapetik
-          Terapi case-work
-          Reconditioning
-          Terapi kelompok yang reedukatif
-          Terapi somatic
3.      Psikoterapi Rekonstruktif:
Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya dialam tak sadar, dengan usaha untuk mendapatkan perubahan yang luas struktur kepribadian dan pengluasan pertumbuhan kepribadian dengan pengembangan potensi penyesuaian diri yang baru.
·         Cara-cara psikoterapi rekonstruktif antara lain: 
-          Psikoanalisa Freud
-          Psikoanalisa non-freud
-          Psikoterapi yang berorientasi kepada psikoanalisa
Cara: asosiasi bebas, analisa mimpi, hipoanalisa/sintesa, narkoterapi, terapimain, terapi seni, terapi kelompok analitik.
·         Tujuan :
Dicapainya tilikan (insight) akan konflik-konflik nirsadar, dengan usaha untuk mencapai perubahan luas struktur kepribadian seseorang.
Cara atau pendekatan: Psikoanalisis klasik dan Neo-Freudian (Adler, Jung, Sullivan, Horney, Reich, Fromm, Kohut, dll.), psikoterapi berorientasi psikoanalitik atau dinamik.



Senin, 20 Mei 2013

PERBEDAAN ANTARA KONSELLING DAN PSIKOTERAPI

Nama  : Siti Sri Khalifadunyati
NPM   : 18510927
Kelas   : 3PA03 

 Pengertian Psikologi Konselling

Pada zaman yang semakin berkembang ini, sering menghadapkan individu kepada persoalan persoalan rumit dan sukar untuk dipecahkan. Seorang individu dalam proses perkembangannya akan melewati tahap-tahap baik itu dari ukuran fisik atau non-fisik. Masa melewati tahap-tahap ini terkadang menjadi sebuah problem untuk sebagian individu. Oleh karenanya mereka membutuhkan bantuan agar dapat lebih memahami dan memecahkan problem tersebut. Maka muncul sebuah solusi berupa psikologi konseling yang kemudian akan sedikit memberikan bantuan berupa pemberian informasi-informasi kepada individu yang mengalami problem-problem tersebut.

Secara bahasa Psikologi berasal dari 2 kata yaitu, psyche yang artinya jiwa dan logos yang artinya ilmu. Jadi secara umum Psikologi lebih dikenal dengan arti Ilmu Jiwa. Namun, seiring berkembangnya aliran-aliran dalam Psikologi maka, banyak ahli yang lebih setuju dengan definisi Psikologi sebagai ilmu tentang perilaku dan mental. sedangkan Kata konseling (counseling) berasal dari kata counsel yang diambil dari bahasa latin yaitu counselium, artinya ”bersama” atau ”bicara bersama” . Kemudian dalam bahasa Anglo-Saxon istilah konseling berasal dari sellan yang berarti “menyerahkan” atau “menyampaikan” . 

Dalam buku Psikologi Konseling dan Teknik Konseling, Abubakar Baraja mengatakan bahwa, “..Psikologi koseling juga dikenal sebagai suatu proses yang terus menerus. Sehingga dapat dikatakan sifat dari psikologi konseling adalah Membantu..”. Proses yang terus menerus ini berarti berangsurnya proses pemulihan problem yang dialami individu ketika individu tersebut secara aktif berpatisasi dalam proses konseling.

Pengertian Psikoterapi
 
            Istilah “psikoterapi” berasal dari dua kata, yaitu “psiko” dan “terapi”. Psiko artinya kejiwaan atau mental dan “terapi” adalah penyembuhan atau usaha. Jadi psikoterapi mungkin dapat disebut Penyembuhan jiwa atau Penyembuhan (usaha) mental. Jadi Psikoterapi adalah proses formal interaksi antara dua pihak atau lebih yang satu adalah professional penolong dan yang lain adalah “petolong” (orang yang ditolong) dengan catatan bahwa interaksi itu menuju pada perubahan atau penyembuhan.

            Menurut Departemen Kesehatan Indonesia Fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu dan atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkangerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik, agen fisik, mekanis, gerak dan komunikasi

Tujuan Psikoterapi

a. Memperkuat motivasi untuk melakukan hal-hal yang benar.
      Tujuan ini biasanya dilakukan melalui terapi yang sifatnya direktif  (memimpin) dan suportif (memberikan dukungan dan semangat). Persuasi (ajakan) dengan cara diberi nasehat sederhana sampai pada hypnosis (keadaan seperti tidur karena sugesti) digunakan untuk menolong orang bertindak dengan cara yang tepat.

b.  Mengurangi tekanan emosi melalui kesempatan untuk mengekspresikan perasaan yang mendalam.
      Fokus disini adalah adanya katarsis (penyucian diri yang membawa pembaruan rohani dan pelepasan dari ketegangan).

c.  Membantu klien mengembangkan potensinya.
      Klien diharapkan dpt. Mengembangkan potensinya. Ia akan mampu melepaskan diri dari fiksasi (perasaan terikat atau terpusat pada sesuatu secara berlebihan) yang dialaminya. Klien akan menemukan bahwa dirinya mampu untuk berkembang ke arah yang lebih positif.

d.  Mengubah kebiasaan.
      Tugas terapis adalah menyiapkan situasi belajar baru yang dapat digunakan untuk mengganti kebiasaan-kebiasaan yang kurang adaptif.

e.  Mengubah struktur kognitif individu. Menggambarkan tentang dirinya sendiri maupun dunia sekitarnya. Masalah muncul biasanya terjadi kesenjangan antara struktur kognitif individu dengan kenyataan yang dihadapinya. Jadi,  Struktur kognisi ( kegiatan atau proses untuk memperoleh pengetahuan) perlu diubah untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

f.   Meningkatkan pengetahuan dan kapasitas untuk mengambil keputusan dengan tepat.

g.  Meningkatkan pengetahuan diri atau insight (pencerahan).

h.  Meningkatkan hubungan antar pribadi.
      Terapi kelompok merupakan dapat memberikan kesempatan bagi individu untuk meningkatkan hubungan antar pribadi ini.

i.   Mengubah lingkungan social individu. Terutama terapi yang diperuntukan untuk anak-anak..

j.   Mengubah proses somatic (fisik)  supaya mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kesadaran tubuh.
      Latihan fisik dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran individu. Seperti : Relaksasi untuk mengurangi kecemasan, yoga, senam, menari dll.

k.  Mengubah status kesadaran untuk mengembangkan kesadaran, control, dan kreativitas diri.
        Tujuan-tujuan tersebut saling mengkait. Itu bukan berdiri sendiri-sendiri. Misalnya : Latihan tubuh dapat dikombinasikan dengan latihan meditasi. Mengembangkan potensi dapat dikombinasikan dengan pemecahan masalah

Persamaan dan Perbedaan Konselling dan Psikoterapi
 
a. Persamaan Psikoterapi dan Konseling
Persamaan antara konseling dan psikoterapi adalah membantu dan memberikan perubahan,
perbaikan kepada klien (yaitu, eksplorasi-diri, pemahaman-diri, dan perubahan tindakan/perilaku) agar klien dapat sehat dan normal dalam menjalani hidup dan kehidupannya.
Keduanya juga merupakan bantuan yang diberikan dengan mencoba menghilangkan tingkah laku merusak-diri (self-defeating) pada klien.

b. Perbedaan
Perbedaan antara konseling dan psikoterapi adalah:
  • Konseling
  1. Berpusat pandang masa kini dan masa yang akan datang melihat dunia klien.
  2. klien tidak dianggap sakit mental dan hubungan antara konselor dan klien itu sebagai teman yaitu mereka bersama-sama melakukan usaha untuk tujuan-tujuan tertentu, terutama bagi orang yang ditangani tersebut.
  3. konselor mempunyai nilai-nilai dan sebagainya, tetapi tidak akan memaksakannya kepada individu yang dibantunya konseling berpusat pada pengubahan tingkah laku, teknik-teknik yag dipakai lebih bersifat manusiawi.
  4. konselor bekerja dengan individu yang normal yang sedang mengalami masalah.

  • Psikoterapi
  1. Berpusat pandang pada masa yang lalu-melihat masa kini individu,
  2. klien dianggap sakit mental.
  3. klien dianggap sebagai orang sakit dan ahli psikoterapi (terapis) tidak akan pernah meminta orang yang ditolongnya itu untuk membantu merumuskan tujuan-tujuan,
  4. Terapis berusaha memaksakan nilai-nilai dan sebagainya itu kepada orang yang ditolongnya.
  5. Psikoterapis berpusat pada usaha pengobatan teknik-teknik yang dipakai adalah yang telah diresepkan,
  6. terapi bekerja dengan “dunia dalam” dari kehidupan individu yang sedang mengalami masalah berat, psikologi dalam memegang peranan.


No. Perbedaan pada Konseling Psikoterapi Ahli
1. Pendekatan pemberian bantuan
- Pemberian dorongan (supportive)

- Pemberian pemahaman secara reedukatif (insight-reedukative)
- Pemberian pemahaman secara rekonstruksi (insght-recontructive) Hansen
2.
Intenstas masalah -Problem ringan: ketidakmatangan, ketidaksatabilan emosioanl dll -Problem berat: konflik yang serius, gangguan perasaan Schneiders
- Individu normal -Individu kurang normal Vance dan Volsky
-Peran dalam kehidupan -Konflik interpersonal yang mendalam
Hansen
-Kecemasan normal dan krisis situasional dalam sehari-hari -Orang mengalami tekanan emosional kronis Nugent
3. Cara penanganan -Lebih berorientasi pada klien, mementingkan hubungan dengan pendekatan humanistik - Berorientasi pada terapi, menggunakan teknik yang spesifik dengan psikoanalisis/ behavioristik dan penanganan medis Nelson-Jones
-   psikolog
- psikiater Black



Sumber   : 
  • http://batukarang91.wordpress.com/2013/01/02/perbedaan-konseling-dan-psikoterapi/
  • http://kulpulan-materi.blogspot.com/2012/05/perbedaan-antara-konseling-dan.html 
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Psikoterapi

Nama  : Siti Sri Khalifadunyati
NPM   : 18510927
Kelas   : 3PA03

Selasa, 19 Maret 2013

PSIKOTERAPI


Nama : Siti Sri Khalifadunyati
Kelas : 3PA03
NPM  : 18510927
Mata Kuliah : Psikoterapi
Pengertian Psikoterapi

Psikoterapi adalah serangkaian metode berdasarkan ilmu-ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental seseorang. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" dan "Therapy". Psyche adalah mind / jiwa dan Therapy adalah merawat, mengobati, menyembuhkan. Oleh karena itu Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan terapis yang menggunakan prinsip-psinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan klien supaya membantu klien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.

Ciri-ciri dari defenisi mengenai psikoterapi ini, seperti penjelasan dibawah ini:  
  1. Interaksi Sistematis : Psikoterapi adalah suatu proses yang menggunakan suatu interaksi antara kline dan terapis. Kata sistematis di sini berarti terapis menyusun interaksi-interaksi dengan suatu rencana dan tujuan khusus yang menggambarkan segi pandangan teoritis terapis.
  2.  Prinsip-prinsip Psikologis : Psikoterapis menggunakan prinsip-prinsip penelitian, dan teori-teori psikologis serta menyusun interaksi teraupetik.
  3.  Tingkah Laku, Pikiran dan Perasaan : Psikoterapi memusatkan perhatian untuk membantu pasien mengadakan perubahan-perubahan behavioral, kognitif dan emosional serta membantunya supaya menjalani kehidupan yang lebih penuh perasaan. Psikoterapi mungkin diarahkan pada salah satu atau semua ciri dari fungsi psikologis ini.
  4.  Tingkah Laku Abnormal, Memecahkan Masalah, dan Pertumbuhan Pribadi : Sekurang-kurangnya ada tiga kelompok klien yang dibantu oleh psikoterapi. Kelompok pertama adalah orang-orang yang mengalami masalah-masalah tingkah laku yang abnormal, seperti gangguan suasana hati, gangguan penyesuaian diri, gangguan kecemasan atau skizofrenia. Untuk beberapa gangguan ini, terutama gangguan bipolar dan skizofrenia, terapi biologis umumnya memegang peranan utama dalam perawatan. Meskipun demikian, selain perawatan biologis, psikoterapi membantu pasien belajar tentang dirinya sendiri dan memperoleh keterampilan-keterampilan yang akan memudahkannya menanggulangi tantangan hidup dengan lebih baik. Kelompok kedua adalah orang-orang yang meminta bantuan untuk menangani hubungan-hubungan yang bermasalah atau menangani masalah-masalah pribadi yang tidak cukup berat dianggap abnormal, seperti perasaan malu atau bingung mengenai pilihan-pilihan karir. Kelompok ketiga  adalah orang-orang yang mencari psikoterapi karena psikoterapi dianggap sebagai sarana untuk memperoleh petumbuhan pribadi. Bagi mereka, psikoterapi adalah sarana untuk penemuan diri dan peningkatan kesadaran yang akan membantu mereka untuk mencapai potensi yang penuh sebagai manusia.
    Psikoterapi juga memiliki ciri-ciri yang lain. Psikoterapi membutuhkan interaksi-interaksi verbal. Bagaimanapun juga, psikoterapi adalah “terapi-terapi bicara”--- bentuk-bentuk interaksi antara klien yang melibatkan pembicaraan. Dalam interaksi-interaksi itu, terapis yang terampil adalah seorang pendengar yang penuh perhatian. Mendengar dengan penuh perhatian adalah suatu kegiatan yang aktif bukan pasif. Terapis mendengar dengan teliti apa yang dialami dan diusahakan oleh pasien untuk disampaikan oleh psikoterapis. Psikoterapi-psikoterapi juga melibatkan kemonukasi-komunikasi nonverbal. Seorang terapis yang terampil, seperti orang pewawancara yang terampil, seharusnya peka terhadap isyarat-isyarat nonverbal dari pasien dan peka terhadap gerak isyarat yang mungkin menunjukkan perasaan-perasaan atau konflik-konflik yang mendasar. Terapis juga harus menyampaikan empati melalui kata-kata dan juga gerak isyarat nonverbal, seperti mengadakan kontak mata dan bersandar kedepan (kursi) untuk menunjukkan perhatian terhadap apa yang dikatakan klien.  
    Ada banyak metode psikoterapi yang bisa diterapkan, diantaranya adalah Psychoanalysis, Gestalt Therapy, Cognitive Behavioural Therapy, Behaviour Therapy, Body-Oriented Psychotherapy, Expressive Therapy, Interpersonal Psychotherapy, Narrative Therapy, Conditioning, Mental Imagery, Neurolinguistic Programming, Laughter Therapy, Self Programming, Spiritual Therapy, Transpersonal Psychotherapy, Relaxation Therapy, Forgiveness Therapy, Trance Psychotherapy,  Neurofeedback dan masih banyak lagi.
    Sumber :
     http://id.wikipedia.org/wiki/Psikoterapi
     Mappiare, Andi. 1992. Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT Raja Grafindo
    Semiun. Yustinus. 2006. Kesehatan Mental. Yogyakarta. Kanisius
     http://www.psychologymania.com/2011/10/pengertian-psikoterapi.html